Avatar: the Legend of Aang. Episode “The Library”.

Scene di perpustakaan dalam film Avatar Aang ini merupakan salah satu episode yang dirasa penting dalam cerita Avatar.

“The Library” adalah episode ke-10 dari buku ke-2 yaitu Bumi.

Aang dan timnya masih berusaha mencari cara mengalahkan negara api. Mereka lalu tiba di Misty Palm Oasis, sebuah kota yang kerap menjadi persinggahan dan pembelian perlengkapan yang dibutuhkan sebelum para pejalan memasuki luasnya gurun pasir.

Di dalam sebuah bar di kota itu, mereka bertemu dengan seseorang bernama Professor Zei dari Ba Sing Se University. Professor Zei adalah seorang arkeolog yang sedang dalam misi pencarian Knowledge Spirit Library atau nama lainnya perpustakaan Wan Shi Tong.

Peta perpustakaan Wan Shi Tong.

Profesor dan Tim Avatar kemudian bersama-sama menjelajah gurun pasir untuk menemukan perpustakaan tersebut dengan mengendarai Appa, bison terbang milik Aang.

Akhirnya mereka menemukan sebuah menara di tengah gurun pasir.

Menara pintu masuk perpustakaan

Setelah sempat mengira menara tersebut bukanlah perpustakaan yang dituju, seekor rubah yang membawa gulungan kertas masuk melalui jendela menara. Sakka pun meyakini bahwa perpustakaan yang mereka cari berada di depan mata.

Tim Avatar dan Profesor Zei kemudian masuk ke dalam perpustakaan melalui jendela menara. Sementara Appa tidak muat melewati jendela sehingga menunggu di luar bersama Toph yang juga tidak mau masuk karena mengaku tidak bisa membaca buku.

Di dalam, tim Avatar bertemu dengan arwah burung hantu bernama Wan Shi Tong yang menjaga ilmu pengetahuan di perpustakaan tersebut. Ia melarang manusia untuk masuk ke dalam perpustakaan karena menganggap manusia hanya menggunakan ilmu pengetahuan untuk berbuat kejahatan dan kerusakan.

Aang berjanji bahwa mereka tidak akan menyalahgunakan ilmu pengetahuan, maka arwah burung hantu pun akhirnya membolehkan dengan syarat mereka harus membagikan ilmu pengetahuan yang bisa dijadikan koleksi (dalam hal ini tentunya berwujud benda).

Masing-masing dari tim pun kemudian memberikan benda yang dimilikinya kepada arwah burung hantu. Mereka pun kemudian menjelajah di dalam perpustakaan yang besar itu.

Mereka tidak menemukan buku-buku tentang negara api kecuali segulungan perkamen berisi tanggal saat negara api mengalami hari paling gelap.

Sakka dan Aang kemudian masuk ke dalam ruang planetarium atas petunjuk seekor rubah. Di dalam planetarium terdapat sebuah mesin. Sakka dan Aang pun mencoba mengoperasikannya. Katara memasukan tanggal yang tertera dalam perkamen dan mesin menunjukan bahwa hari kegelapan bagi negara api adalah saat gerhana matahari.

Ketika itulah arwah Wan Shi Tong muncul dan marah besar pada semua yang ada di perpustakaan. Tim Avatar melarikan diri dari kejaran arwah burung hantu tersebut sambil sempat bertarung.

Wan Shi Tong mengepakkan sayapnya dan perpustakaan mulai runtuh dan terbenam ke bawah tanah. Tim pun terus berusaha melarikan diri. Sementara di luar, Toph berusaha sebisa mungkin melambatkan menara yang runtuh ke bawah pasir dengan susah payah.

Sakka kemudian mengajak Aang kembali ke planetarium untuk mencari tahu kapan gerhana matahari selanjutnya muncul. Wan Shi Tong pun mengejar Katara dan Professor Zei.

Setelah Aang dan Sakka mengetahui kapan gerhana matahari selanjutnya terjadi, mereka pun kembali berusaha keluar dan menyelamatkan Katara dari kejaran arwah burung hantu.

Mereka pun menaiki tali menuju jendela menara, saat itulah mereka melihat Professor Zei sedang asyik di lantai membaca buku-buku dan beraneka gulungan perkamen. Ia menolak keluar karena merasa perpustakaan berisi ilmu pengetahuan tersebut adalah segala hal yang selama ini ia cari-cari. Tim Avatar akhirnya keluar tepat ketika perpustakaan runtuh.

******

Sayang sekali Profesor Zei tidak ingin keluar dari perpustakaan dan memilih ikut terbenam. Padahal dengan ilmu yang ia miliki dan ilmu baru yang ia temukan di perpustakaan tersebut justru bisa dibagikan kembali ke khalayak banyak jika ia mau keluar dan berhasil selamat.

Rupanya Professor Zei menginginkan ilmu pengetahuan hanya untuk kepuasan dirinya sendiri. He doesn’t want to leave. Menurutnya ia menghabiskan waktunya untuk mencari perpustakaan tersebut dan ketika sudah ketemu ia tidak rela meninggalkan perpustakaan tanpa membawa semua buku-bukunya.

source: Avatar wiki

“When an old man dies, a library burns to the ground. – Chinua Achebe

Sayang sekali pada scene Aang ini, kedua hal pada quotes tersebut malah terjadi sekaligus: seseorang yang mati dan perpustakaan yang runtuh ke bawah tanah.

Satu hal lagi yang menjadi perhatian yaitu arwah Wan Shi Tong yang merupakan burung hantu. Pertanyaannya kenapa perpustakaan selalu berkaitan dengan simbol burung hantu?

Sumber gambar: avatarwikia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *