Sewaktu masih bekerja sebagai pustakawan 5 tahun lalu, kegiatan hari pertama saya dan rekan-rekan pustakawan saat masuk kerja pasca libur lebaran disibukkan dengan pembersihan besar-besaran dua rak besar di paling ujung perpustakaan.  

Saya pertama menemukan ada jejak mencurigakan yang sebelumnya tidak ada di lantai. Jejak yang mengarah pada dinding dan buku-buku di rak. Karena penasaran saya telusuri sambil cukup deg-degan karena jejak itu berupa rumah rayap. 

Lalu voila! Benar saja! Halaman-halaman pada buku diserang rayap. Bagi sebuah perpustakaan, ini adalah bencana besar!

Maka agenda hari pertama masuk itu berganti. Awalnya kami akan mempersiapkan stock opname, namun berubah menjadi mengeluarkan keseluruhan buku dari dua rak tersebut yang bahannya dari kayu. Sementara rak lain yang berjumlah kurang lebih dua belas rak terbuat dari besi.

Staf laki-laki pun mendorong dan mengeluarkan rak tersebut. Begitu rak terangkat sedikit, nampaklah sarang rayap setinggi kira-kira 5 cm dan panjangnya hampir setengah dari rak buku!

Kami menduga keberadaan rayap tersebut berkembang ketika libur Idul Fitri kemarin di saat kampus libur dan seluruh AC dimatikan selama 2 minggu. Kondisi ruangan yang panas bisa saja menambah semangat gerak si rayap untuk merambah buku. Keberadaan rayap tersebut pun entah sejak kapan membangun sarang di bawah rak kayu dan sayang sekali lolos dari pengawasan.

 Ada sekian buku yang habis dimakan rayap, sementara yang lainnya kami berusaha bersihkan dan kami jemur di bawah sinar matahari sambil mencari tahu mengenai jasa pembersihan rayap untuk keseluruhan perpustakaan.

Kemudian, selama dua hari perpustakaan dikosongkan dari kegiatan untuk penyemprotan desinfektan. Buku-buku dan rak yang sudah tidak bisa dipakai lagi terpaksa direlakan. 

Sebuah pelajaran bagi perpustakaan yaitu:

  1. Waspada dengan suhu udara tempat penyimpanan koleksi. Jika suhu tinggi dan rak menggunakan bahan dari kayu maka perlu pengecekan secara berkala di sekitar rak tersebut.
  2. Jika ditemukan rayap meski baru sedikit, pisahkan buku segera dari deretan buku lain.
  3. Segera mencari adanya kemungkinan sarang alias rumah rayap di belakang rak maupun di bagian bawah rak buku.
  4. Jika memungkinkan gunakan jasa penyemprotan rayap agar masalah bisa teratasi dan tidak sembarangan menggunakan obat desinfektan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *