Domain .lib untuk situs perpustakaan.

Pertengahan Maret 2013 tersiar kabar Amazon memburu nama domain “.book”, “.author” dan “.read”. Amazon yang terkenal sebagai situs yang melakukan jual-beli buku akan berhadapan dengan banyak penerbit karena kepemilikan domain oleh suatu perusahaan akan menyebabkan sifat anti kompetisi.

Domain yang ingin dimiliki oleh Amazon tersebut biasa disebut “top-level domains” (mengenai TLD baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Top-level_domain). Selama ini pengguna internet lebih familiar dengan domain “.com”, “.org”, “.asia”, dsb sebagai Generic TLD. Dari domain tersebut bisa menandakan situs tersebut tentang apa, sebagai contoh: .com menandakan situs commercial, .org menandakan organisasi .asia menandakan situs yang berkecimpung di asia-pasifik. Termasuk penggunaan .ac.id yang menandakan situs perguruan tinggi di Indonesia, .go.id yang menandakan situs lembaga pemerintahan di Indonesia. Kalo .mil sudah menjadi TLD di US sana, termasuk .edu. Lebih lengkap tentang daftar TLD bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Internet_top-level_domains

Walau pada akhirnya, penggunaan domain tersebut tidak digunakan sesuai peruntukkan jenis institusi. Namun tidak salah jika kita mulai memikirkan domain .lib untuk situs perpustakaan. Sadar atau tidak, melalui domain tersebut kita bisa memfokuskan pencarian di mesin pencari.

Mari coba kita simulasikan pencarian tersebut dengan Google:

  1. Silahkan menggunakan Penelusuran Lanjutan Google,
  2. isi kolom “all these word” atau “this exact word or phrase” PERATURAN TENAGA KERJA,
  3. isi kolom “site or domain” .GO.ID,
  4. kemudian kalo ingin menspesifikan pencarian ke file format tertentu ubah drop down menu pada “file type”, kali ini saya pilih Adobe Acrobat (.PDF),
  5. klik “Advance Search” atau tekan tombol enter di keyboard.
  6. Lihat lah hasil pencarian tersebut, langsung dirujuk ke berbagai situs lembaga pemerintahan indonesia. Ternyata topik PERATURAN TENAGA KERJA tidak hanya dimiliki oleh situs Kemenakertrans saja, tapi lembaga pemerintahan lain juga.
PENELUSURAN LANJUTAN
PENELUSURAN LANJUTAN

Pengguna perpustakaan pada jaman dulu mengenal katalog kartu. Mereka menelusuri satu per satu katalog tersebut pada rak katalog. Seiring dengan perkembangan dunia elektronik, teknologi untuk perpustakaan pun tercipta. Kita mengenal namanya Online Public Access Catalogue (OPAC). Pangkalan data yang berisi metadata buku. Pengguna perpustakaan cukup mengetik kata kunci pada kolom pencarian OPAC. Tidak lagi manual seperti katalog kartu. Selebihnya tentang OPAC klik ulasan Yulia di Apa itu OPAC?

Kerjasama perpustakaan selain dalam bentuk interloan library, juga bisa dalam bentuk Union Catalogue Service (UCS). UCS merupakan katalog gabungan lebih dari satu perpustakaan. Syarat terciptanya UCS saat ini adalah kesamaan penggunaan perangkat lunak otomasi perpustakaan. Contohnya adalah jogjalibdotnet yang menggunakan perangkat open source Senayan Library Management System (SLiMS). UCS yang berisi keterlibatan berbagai jenis perpustakaan di Jogja yang menggunakan SLiMS sebagai sistemnya.

Perangkat lunak otomasi perpustakaan banyak, mulai dari yang berbayar hingga yang tak berbayar. UCS berguna untuk penelusur mencari tahu buku yang ingin dicari ada di perpustakaan apa. Biasanya yang lebih sering menggunakan ini adalah Perpustakaan Perguruan Tinggi yang memiliki berbagai Perpustakaan Fakultas. Di Universitas Indonesia, melalui program otomasi Lontar, para akademisi bisa mencari topik SOSIAL bukan hanya di OPAC Fakultas ISIP, tapi juga di Fakultas lain yang memiliki koleksi dengan topik serupa.

Sekarang balik lagi ke domain .lib dan contoh strategi penelusuran kata kunci PERATURAN TENAGA KERJA di atas. Kendala pencarian koleksi buku bisa teratasi oleh karena kesamaan domain situs perpustakaan. UCS tercipta bukan lagi karena persamaan penggunaan perangkat lunak.

Bisakah semudah itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *